Secondary gains



Berikut beberapa contoh "secondary gains" dalam kehidupan sehari-hari, di berbagai konteks:


1. Kesehatan:


• Sakit kepala kronis: Seseorang yang sering mengeluh sakit kepala mungkin mendapatkan perhatian lebih dari keluarga dan teman, atau terbebas dari tanggung jawab pekerjaan.  Meskipun sakit kepala itu nyata, perhatian dan pembebasan tanggung jawab tersebut merupakan "secondary gains".


• Cacat fisik:  Meskipun cacat fisik memang nyata dan menimbulkan kesulitan, seseorang mungkin mendapatkan keuntungan seperti simpati, bantuan, atau tunjangan finansial.


• Gangguan makan:  Seseorang dengan gangguan makan mungkin mendapatkan perhatian dan validasi dari orang lain karena kondisi mereka, meskipun kondisi tersebut berbahaya.


2. Pekerjaan:


• Menunda-nunda pekerjaan:  Seseorang yang menunda-nunda pekerjaan mungkin mendapatkan rasa lega sementara atau menghindari tugas yang tidak menyenangkan.  Namun, penundaan tersebut berdampak negatif jangka panjang.


• Menggunakan sakit sebagai alasan untuk tidak masuk kerja:  Meskipun memang sakit, seseorang mungkin menggunakannya sebagai alasan untuk menghindari tugas atau tekanan kerja.


• Menggunakan posisi sakit untuk menghindari tanggung jawab: Seseorang mungkin memanfaatkan sakit untuk terbebas dari tanggung jawab yang tidak ingin mereka lakukan.


3. Hubungan:


• Perilaku manipulatif:  Seseorang mungkin menggunakan perilaku manipulatif untuk mendapatkan perhatian atau simpati dari pasangannya.


• Konflik dalam hubungan:  Konflik dalam hubungan dapat memberikan rasa penting atau meningkatkan ikatan, meskipun konflik tersebut merusak hubungan.


• Menggunakan emosi negatif untuk mendapatkan perhatian:  Seseorang mungkin menggunakan emosi negatif seperti kemarahan atau kesedihan untuk mendapatkan perhatian dan empati dari orang lain.


4. Lainnya:


• Kecemasan sosial:  Seseorang dengan kecemasan sosial mungkin menghindari situasi sosial untuk menghindari rasa malu atau ketidaknyamanan, meskipun hal itu membatasi kesempatan mereka.


• Depresi:  Meskipun depresi adalah kondisi yang serius, seseorang mungkin menggunakannya sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab atau tuntutan sosial.


Penting untuk diingat bahwa "secondary gains" tidak selalu disengaja.  Mereka seringkali merupakan konsekuensi tidak langsung dari suatu kondisi atau perilaku, dan tidak selalu berarti bahwa individu tersebut sedang berpura-pura sakit atau mengalami masalah.  Memahami "secondary gains" dapat membantu individu dan terapis untuk mengembangkan strategi yang efektif untuk mengatasi masalah yang mendasarinya.

Komentar

Postingan Populer